Tampilkan postingan dengan label Emotion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emotion. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 09, 2010

Salut Buat Pak Basuki (Mantan Loper Koran Raih Gelar Doktor di UI)


Minggu kemarin waktu aku pulang ke rumah, aku di sodori koran Kompas sama Ibuk-ku. Beliau sengaja menyimpannya untuk aku baca setelah aku tiba di rumah. Pak Basuki masuk koran Kompas di halaman terakhir di rubrik SOSOK Selasa, 26 Januari 2010.

Berikut isi liputan koran itu :

ADA catatan menarik setelah Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia meluluskan doktor ke-42, Basuki Agus Suparno, Kamis (14/1) lalu. Promotor Prof M Alwi Dahlan, PhD mengatakan, yang membedakan Doktor Basuki dengan 41 doktor lain dari Ilmu Komunikasi UI adalah dia merupakan satu-satunya sosok yang memulai karier komunikasi dari bawah, sebagai loper koran

Untuk mewujudkan mimpinya meraih jenjang pendidikan tertinggi, Basuki, anak kedelapan dari sembilan bersaudara keluarga buruh ini, pernah menjadi pengasong di gerbong kereta api dan distributor gula pasir dari rumah ke rumah,” kata Alwi Dahlan bangga, saat membacakan catatannya tentang Basuki.

Kebanggaan lain juga dikemukakan kopromotor Prof Sasa Djuarsa Sendjaja, PhD. Seusai Sidang Terbuka Senat Akademik UI, katanya, ”Kajian disertasi Basuki itu menarik dalam studi komunikasi politik karena memfokuskan pada bahasa politik terkait dengan berbagai pemaknaan dan clash of argument tentang reformasi di Indonesia.”

Basuki, lanjut Sasa, meneliti bagaimana kontestasi makna reformasi dalam drama politik pada 1997-1998 di Indonesia dan bagaimana para aktor politik berkomunikasi (political talks) tentang reformasi dalam drama politik itu. Hasil penelitian Basuki menunjukkan, selama 1997-1998 terdapat lima keadaan obyektif yang memperlihatkan panggung drama (scene) di mana reformasi dipikirkan dan saling bersaing. Alwi Dahlan menyarankan agar disertasi Basuki diolah menjadi buku.

Basuki melakukan penelitian dengan memanfaatkan surat kabar Kompas selama tahun 1997-1998. Ia mencermati pernyataan-pernyataan para aktor politik yang didukung data dari wawancara menjadi sesuatu yang menarik.

Menurut dia, ada lima keadaan obyektif yang memperlihatkan panggung drama, di mana reformasi dipikirkan dan saling bersaing. Pertama, situasi pencalonan presiden masa bakti 1998-2003 yang memperlihatkan kompetisi, saling bersaing antara mereka yang menginginkan Presiden Soeharto tak dicalonkan dan yang tetap menginginkannya.

Kedua, aksi dan demonstrasi mahasiswa. Di sini ada persaingan antara mereka yang menghentikan gerakan serta yang berkeinginan memperluas gerakan dan tingkat partisipasi guna menjatuhkan Soeharto.

Ketiga, kerusuhan massa yang memperlihatkan persaingan pemikiran antara yang melihat itu sebagai akibat kesenjangan sosial dan pembangkangan sipil. Keempat, krisis ekonomi, persaingan antara prinsip-prinsip ekonomi bebas dan ekonomi yang proteksionisme dan monopoli. Kelima, posisi ABRI dilematis, memberikan ruang kepada tuntutan reformasi atau mempertahankan kekuasaan dan pemerintahan.

”Hasilnya, Soeharto menyatakan berhenti, rezim Orde Baru diganti, dwifungsi ABRI dicabut, amandemen UUD 1945, berbagai kebijakan ekonomi dicabut, keterbukaan dan kebebasan pers, serta kekuasaan dikompetisikan secara terbuka,” ujarnya.

Penelitian Basuki berimplikasi teoretis dalam kajian komunikasi, juga berimplikasi terhadap kajian politik dan sejarah. Kata dia, telaah yang perlu dikembangkan lebih jauh sebagai implikasi teoretis bagi kajian sejarah adalah menguji otentisitas pernyataan-pernyataan yang terekam di Kompas hingga segi-segi ini dapat mencerminkan sejarah perubahan kekuasaan yang sebenarnya penuh ironi.

”Jejak komunikasi itu dapat dikembangkan lebih jauh untuk menguji presentasi sosial para aktor politik, nilai-nilai yang diperjuangkan, segi perubahan itu sendiri, dan konstelasi kekuatan dan kekuasaan yang terbentuk dan berguna bagi perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Semangat loper

Basuki menyadari, ia bisa meraih gelar doktor dengan kelulusan cum laude karena tempaan kehidupan yang penuh liku-liku. Ketika ayahnya, Suwoyo Wirusumitro, diberhentikan jadi buruh pabrik gula di Sragen, ayahnya mengadu nasib ke Jakarta menjadi tukang batu.

Beban hidup dan pekerjaan yang berat membuat sang ayah meninggal pada 1983. Maka ibundanya, Sugiyanti, dan adiknya pulang ke Sragen. Basuki, yang saat itu kelas II SMP 50 Jakarta, juga pulang kampung.

”Di kampung ada modal hidup berupa 20 batang pohon kelapa. Untuk makan sehari-hari, saya mengupas kelapa, Ibu yang menjual. Hasil belajar saya jelek dan menjadi bahan tertawaan. Anak pindahan dari Jakarta hanya dapat nilai 3 untuk ulangan Fisika. Tertawaan teman membuat saya termotivasi belajar otodidak. Saya berhasil lulus dan diterima di SMA Negeri I Sragen,” katanya.

Basuki ingin masuk fakultas kedokteran atau jurusan kimia, tetapi ia tak lulus tes. Menyadari sang ibu tak mampu, ia memilih berjualan koran untuk hidup dan kuliah.

”Hari pertama saya jual koran, hanya laku tiga eksemplar dan dapat uang Rp 300. Esoknya saya beranikan diri masuk-keluar kantor dan dapat Rp 1.000. Hari-hari berikutnya saya bisa menabung Rp 6.000 dan dalam setahun tabungan saya jadi Rp 300.000,” ujarnya.

Seusai berjualan koran sekitar pukul 14.00, Basuki mengasong di gerbong kereta api jurusan Klaten-Bandung dan Klaten-Surabaya. Semua hasil jualan itu dia simpan.

Basuki lalu memilih kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS). Ia tak lagi menjadi pengecer koran, tetapi loper koran. Kesibukan itu membuat dia sering terlambat kuliah.

Sekitar enam tahun menjadi loper koran, ia mengantongi penghasilan sekitar Rp 60.000 per bulan. Lulus S-1 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,2, selain berjualan koran ia juga berjualan gula pasir dari rumah ke rumah. Modal awalnya satu karung gula pasir seharga Rp 100.000. Dari hari ke hari pelanggan Basuki bertambah, ia memerlukan 3 ton gula pasir per bulan untuk melayani sekitar 300 pelanggan.

Ketika ada peluang menjadi dosen pada 1997, temannya, Sigit Tripambudi, memotivasi, bahkan membuatkan lamaran untuk Basuki. Ketika dinyatakan lulus, ia berhenti menjadi loper koran dan distributor gula. Ia menjadi dosen tetap UPN Veteran Yogyakarta

Studi S-2 di UNS dia selesaikan dengan IPK 3,8 dan predikat cum laude. Ia juga mendapat beasiswa S-3 di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya selama 4,5 tahun.

”Kalau ada kemauan, Tuhan memberikan jalan. Sesuatu yang tak mungkin, bisa mungkin asal ada cita-cita dan keberanian untuk mewujudkannya. Suka-duka hidup itu menjadi energi positif mencapai keberhasilan,” katanya.

Salut buat Pak Basuki, benar kata Imam Syafii "Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang." Salut-salut-salut!!!

Jumat, April 11, 2008

Horrok, Piye Iki??

Horrok?? Piye iki?? Sire nglamar gawean ki selak kepengin golek sangu dewe jeee, eee..lha kok malah kon mbayar. Edan tenan iki... Ra mesakkke cah lulusan anyaran sing selak kepengen ndue penghasilan sendiri.

Aku oleh duit ko ngendi Mbah-Mbah?? Wis lulus ngene iki, wis dudu tanggungane wong tuwoku meneh. Arep njaluk duit Simbok ra kepenak. Wis gerang kudune mulai isoh mandiri. Sory, aku ra ndue duit nggo daftar model-model koyo ngono iku. Kecuali yen oleh utang sik, yo embuh. Mungkin isoh tak pikirke meneh.

Senin, April 07, 2008

Adakah Orang Yang Seperti Kamu Di Dunia Ini??

Bagi pembaca setia Novel Ayat-Ayat Cinta (Bukan Film Ayat-Ayat Cinta) karangan Kang Abik atau Habiburrahman El Shirazy, pasti tahu siapa Fahri Abdullah.

Ya, tokoh utama dalam Novel Ayat-Ayat Cinta ini sungguh fantastis dan mengagumkan. Perilaku kesehariannya sungguh mencerminkan gambaran seorang muslim sejati yang taat dengan Syariat Islam. Fahri Abdullah reinkarnasi dari Nabi Muhammad SAW. Itu pendapat pribadi saya menilai tokoh utama dalam Novel tersebut.

Dalam hati saya bertanya, apakah seperti ini juga sifat dan perilaku nabi kita Muhammad SAW manusia mulia penutan seluruh umat Islam di dunia ini?? Atau jauh lebih hebat dari Fahri Abdullah??

Fahri Abdullah, Mahasiswa S2 Universitas Al-Ahzar Cairo Mesir sungguh sosok seorang manusia yang hebat dan luar biasa menurut saya, sungguh fenomenal. Ronaldo kalah jauh meskipun dia sempat dijuluki sebagai The Phenomenon atau Sang Fenomenal.

Fahri hafal Al-Qur'an 30 Juz lengkap beserta maknanya.Fahri rajin berpuasa dan berusaha selalu mencontoh semua itiba' Nabi. Fahri selalu menjalankan kewajiban sholat fardhu berjama'ah di Masjid. Fahri tak pernah puas dengan ilmu yang telah dia miliki. Fahri orang yang sangat jujur dan baik hati kepada siapapun di dunia ini meskipun dia pernah dikhianati dan disakiti. Fahri orang yang memiliki tingkat ketakutan yang luar biasa kepada Allah SWT yang memiliki dan menguasai alam semesta ini. Fahri orang yang bisa menjaga dan mengendalikan hawa nafsunya dengan luar biasa hebat.

Sungguh, saya kagum dengan sosok seorang Fahri Abdullah ini. Adakah manusia di dunia ini yang seperti Fahri Abdullah??

Sebelum teman-teman menjawab, saya kok Insya Allah sudah dapet jawabannya ya?? Meskipun kata Kang Abik sosok seperti Fahri ini banyak dijumpai di Mesir, tapi saya tetep gak percaya. Fahri Abdullah, menurut saya tetap “One A Man Perfect In The World”.

Perilakunya sungguh mencerminkan perilaku beliau Nabi Muhammad SAW. Dari buku-buku yang saya baca dan kata Usztad/Usztadzah saya dulu waktu TPA, saya menyimpulkan perilaku Fahri adalah perilaku beliau Nabi Besar Kita Muhammad SAW.

Hidup sederhana, rendah hati, cerdas, amanah, adil, bijaksana, sabar, pokoknya semua yang baik terdapat dalam diri seorang Fahri Abdullah. Sampai saya kesulitan mencari dimana cacat atau kekurangan sang tokoh utama dalam cerita ini. (Oiya, Lintang dalam tokoh Laskar Pelangi juga hebat tuh. Beneran apa enggak saya juga gak tau, hehehe..).

Yang saya kagumi disini, Fahri Abdullah itu anti banget sama yang namanya PACARAN!!! Boro-boro pacaran, lha wong temen cewek aja dia kagak punya kok :D. Eh, punya dhing. Nurul Azkiya, Maria Girgis, Noura sapa lupa, Aisha Adinda Kita (Ih, Bimbo banget dech..), siapa lagi ya..banyak kok.

Maksud saya, cewek yang ada di hatinya Fahri itu cuma Embah Putrinya, Emaknya and Adiknya yang cewek, lupa saya namanya. Ayataul Husna apa ya?? Eh gak dhing, Ayatul Husna itu adiknya Azzam di Ketika Cinta Bertasbih. Cantik lho anaknya..(Emang pernah ketemu pow..??)

Fahri Abdullah adalah tipe lelaki yang sangat-sangat takut dengan yang namanya wanita. Padahal dia juga lelaki normal sebenarnya. Alasannya cuma satu, TAKUT GAK KUAT UNTUK MENJAGA PANDANGAN DAN KEMALUAN :D

Sampe disini saya terhenyak.....

Saya jadi ingat pertanyaan Usztad Iip Wijayanto (Usztad Managemen Cinta/Usztad Gaulnya Jogja). Ketika Mas Iip mengajukan pertanyaan yang khusus ditujukan buat para ikhwan ; “Adakah disini yang belum pernah onani sama sekali? Tolong acungkan jari, pleaseee..”.

Gilak, saya noleh ke kanan-kiri-belakang-depan gak ada yang satupun berani angkat tangan. Entah malu atau jaim atau apa, yang jelas audiens laki-laki dalam seminar tersebut, yang jumlahnya kurang lebih ada 50-an “batang” nggak ada yang ngangkat tangan satu orang pun. Wah, ternyata onani itu memang sudah menjadi kebutuhan pokok, pikir saya waktu itu. Buktinya, audiens yang ada dalam ruangan tersebut yang rata-rata dari mereka memakai baju koko, ternyata juga “ngocok'an” semua. Hahahahaha....:)):))

Tolong, kalau ada cowok tulen yang gak pernah onani seumur hidupnya, tolong hubungi saya. Insya Allah nanti mau saya sampein ke Mas Iip Wijayanto. Karena menurut dia, dan dia sangat-sangat yakin, gak bakalan ada cowok normal di dunia ini yang gak pernah onani keke:D.

Saya sempat berpikir nakal waktu baca cerita Novel Ayat-Ayat Cinta waktu itu. Saya sempat bertanya dalam hati. Apakah Fahri Abdullah juga pernah onani?? Tapi saya buru menangggapi pikiran kotor saya sendiri. Kayaknya gak mungkin dech....dosa besar itu buat dia :D.

Tapi kalau seandainya si Fahri ini benar-benar bisa menjaga hati (bukan lagunya Yovie & The Nuno lho), pandangan dan kemaluannya, alangkah sungguh luar biasa hebatnya sifat dan perilaku tokoh yang sekarang ini lagi naik daun dan menjadi perbincangan masyarakat Indonesa (susah ngomong Indonesia nie..maklum ilat jowo ;))) ini.

Si Fahri ini benar-benar akan menjaga hati, pandangan, kemaluan dan hasrat biologisnya hingga dia mendapatkan seorang wanita yang halal dan telah menjadi muhrimnya.

Gila gak tuh?? Mana ada tipe cowok di Indonesa yang seperti dia?? Pokoknya Fahri itu menurut saya adalah makhluk Allah SWT yang paling sexy. Mulan Jamillah mah kagak ade ape-apenyeee..!!!

Gak ada yang seperti Fahri Abdullah di dunia ini. Fahri Abdullah Is Onlyone. Gak ada yang sama dengan Fahri atau minimal sifat dan perilakunya mendekati dia.

Sampe saya ketika itu berteriak-teriak dalam hati, FAHRI IS ONLYONE-FAHRI IS ONLYONE. Gregeten artis kita satu ini saya jadiin ID di semua account pribadi saya di dunia-nya mbak maya. Mulai dari Friendster, Facebook, Yuwie, Kota Santri, My Qur'an, E-mail, YM, Mig33, blogger dan semua account-accoutku yang lain yang ada di dunia-nya mbak maya.

Fahri Onlyone!! Hanya ada satu Fahri di dunia ini. Yaitu tokoh utama dalam cerita Novel Ayat-Ayat Cinta tersebut. Fahri_Onlyone, eh Fahri Abdullah, aku mengagumimu..sungguh...

Mboyolali, 6 April 2008, 16.25 WIB (Waktu Indonesia Boyolali)
Sekedar Catatan :
Uneg-uneg ini sebenarnya sudah lama pengen saya tulis. Saya baca Novel Ayat-Ayat Cinta sekitar bulan Agustus 2006. Saat itu juga untuk pertama kali saya bikin account e-mail di Yahoo dengan Id : fahri_onlyone@yahoo.com. Sebelumnya saya selalu menggunakan account e-mail dari plasa.

Tulisan ini hanya tulisan iseng saya. Jadi mohon maaf seandainya ada pihak-pihak yang merasa ter-diskredit dengan tulisan iseng saya ini.

Tadi sebenarnya saya mau istirahat tapi ternyata gak bisa bobok. Yah...daripada bengong kayak sapi ompong gak ada kerjaan (kebetulan saya lupa gak bawa buku. Biasanya kalau lagi gak ada kerjaan saya biasa baca-baca buku yang bermutu dan gak bermutu, biar adil gitchuu..) iseng ah, nulis tentang Fahri Abdullah. Sekalian ingin menjelaskan kenapa saya selalu menggunakan ID fahri_onlyone. Sebelum lebih banyak lagi teman-teman saya yang memanggil saya dengan sebutan Fahri. Hehehehehehe....

Oiya, mumpung inget. Sebenernya saya ini cuma ingin protes dan membuktikan, benar gak sih, di dunia ini ada orang yang seperti Fahri Abdullah seperti dalam cerita Novel Ayat-Ayat Cinta itu. Fahri, ketemuan yuk, sumpah!!!! Aku kagum sama kamu Fah, eh Ri' ;)) Hallagh...

Sabtu, April 05, 2008

Sendiri Lagi Nih....GiLLak!!!

Aku sadari kau harus pergi
Tinggalkan diriku
Menggapai semua cita
Aku sadari ku harus sendiri
Jalani hidupku tanpa dirimu
Ingin kubisikkan kata...
Yang menemanimu pergi
Salam terakhir, semoga kau dapat menggapainya
Pulanglah untukku kasih
Ku akan selalu menanti, kehadiranmu selalu kunanti di sisiku..

5 Minutes ; Salam Terakhir...

Kamis, Januari 03, 2008